Skip navigation

Desember selalu datang, saat seluruh bulan telah tertinggal di depan. Seolah dia berkata kepada bulan-bulan lainnya, aku rela duduk di penghujung tahun, menyaksikan engkau berjalan satu-satu. Mendahuluiku. 

Desember hadir membawa angin dan air. Menjanjikan keceriaan pada air yang merindukan pertemuan besar setelah sementara waktu tertahan dalam rongga tanah. Luapan rasa yang adakalanya menghadirkan muka murung di sudut-sudut bumi. Tapi Desember tidak melupakan pelangi. Read More »

Advertisements

Menulis itu mudah dan setiap orang bisa melakukannya.

Versi saya..

Menulis itu mudah, jika tujuannya sekadar untuk saya baca sendiri.

Dan..

Menulis di blog bagi saya tetap sulit. Kalau saya anggap mudah, saya bisa-bisa malah meremehkannya. Selanjutnya tidak akan ada kesungguhan untuk terus belajar. Ada kebahagiaan yang tidak mampu saya ungkapkan begitu pekerjaan yang sulit itu bisa saya selesaikan.

Mudahkah menulis buatmu, kawan?

Menulislah setiap hari, maka buktikan apa yang terjadi!

Untuk saya, kalimat dari Om Jay itu sangat menggiurkan. Iya, menulis tiap hari itu sering banget disarankan untuk berbagai alasan dan tujuan.

Kunci untuk bisa menulis dengan lancar adalah menulis. Iya, menulis. Sesederhana itu. Nanti lama-lama akan terbiasa. Kita akan mampu menulis tanpa beban. Entah kata siapa, ini berkaitan dengan kerja otak kanan yang tidak terikat kaidah ini itu, salah benar, masuk akal atau keluar akal dalam melakukan sesuatu. Atau, menulislah seperti anda bicara. Itu sering saya temui di tempat-tempat yang memuat hal tentang motivasi atau kiat menulis. Tetapi bila bicara saja kerap tidak lancar, apa ini bukan senjata makan tuan? Read More »

Terkisahlah sesosok anak manusia

Mengembara mencari selaut luas karunia

Mengarungi hidup melintas samudera

Mengaduk tekad dan asa di jiwa

Terembus kabar di sela batang kelapa

Bilah kata mengiris memutihkan netra

Tentang sabit yang tak jadi purnama Read More »

Jika benar cinta itu telah membunuhnya

Mengapa masih mukanya di dunia

Memangnya berapa nyawa dimilikinya

Hingga berkali-kali dibunuh tidak mati juga

Mau aku dia menjualnya satu saja