Skip navigation

Desember selalu datang, saat seluruh bulan telah tertinggal di depan. Seolah dia berkata kepada bulan-bulan lainnya, aku rela duduk di penghujung tahun, menyaksikan engkau berjalan satu-satu. Mendahuluiku. 

Desember hadir membawa angin dan air. Menjanjikan keceriaan pada air yang merindukan pertemuan besar setelah sementara waktu tertahan dalam rongga tanah. Luapan rasa yang adakalanya menghadirkan muka murung di sudut-sudut bumi. Tapi Desember tidak melupakan pelangi.

Desember seolah berucap, akhir bukan tanpa guna. Akhir adalah awal. Tidak akan ada tahun berikutnya tanpa menjalani tiga puluh satu hari Desember. Akhir akan selalu membuka gerbang menuju awal yang lebih indah. Atau setidaknya, awal yang membentangkan harapan baru, asa yang bertunas jauh di lubuk hatimu, yang terlewatkan di masa-masa sebelum itu.

Desember selalu ada di belakang, seakan menjaga dan menyemangati bulan-bulan lainnya agar tidak henti berjalan. Atau menyerah lalu berguguran terbuai muslihat yang meraksi wewangian sesat.  Menuju Desember.

Desember adalah cermin kesabaran dalam ketabahan menunggu, dalam kepatuhan menjadi penutup, dan dalam meredam hasrat menyalip masa yang belum menjadi miliknya. Desember  menjadi simbol sewarna epilog yang menghendaki terbentangnya kisah dalam ruang depannya.

Desember seolah berujar, yang terakhir bukan tanpa peran. Akhir adalah tujuan. Ketiadaan akhir sebagai yang dituju bisa membuatmu  keliru jalan. Akhir selalu menyisakan kenangan. Akhir tidak selalu tersisihkan. Akhir adalah rahasia. Jalan panjang harus dilewati untuk menemuinya. Hingga di suatu perhentian masa, akhir tidak lagi menunggu berlalunya waktu. Karena akhir telah menjadi milik mutlak dari Yang Maha Akhir.

Desember senantiasa ada di sana. Seperti pelangi, setia, menunggu hujan reda.

Advertisements

10 Comments

  1. “Desember seolah berujar, yang terakhir bukan tanpa peran. Akhir adalah tujuan. Ketiadaan akhir sebagai yang dituju bisa membuatmu keliru jalan. Akhir selalu menyisakan kenangan. Akhir tidak selalu tersisihkan. Akhir adalah rahasia. Jalan panjang harus dilewati untuk menemuinya. Hingga di suatu perhentian masa, akhir tidak lagi menunggu berlalunya waktu. Karena akhir telah menjadi milik mutlak dari Yang Maha Akhir”

    suka kalimat ini.. ๐Ÿ™‚

  2. bulan favorit sy mba hehe, suasananya romantis, biarpun sering hujan matahari pagi selalu bersinar ramah

    • wah… senangnya…
      saya juga suka. keramahan matahari itu, menyemangati ya ๐Ÿ˜‰

  3. Desember ……………….

  4. Harusnya lagu Desember ceria……

    eh, saya kok susah banget yah masukin html code nya ? punya fatwa ?

    • ada lagu Desember ceria tho? *saya belum tahu*

      waduhh, kenapa ya… ga saya utik-utik tuh…
      *fatwa cap cay tak mengerti dasarnya*

  5. Selamat menikmati bulan Desember…


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: