Skip navigation

Menulislah setiap hari, maka buktikan apa yang terjadi!

Untuk saya, kalimat dari Om Jay itu sangat menggiurkan. Iya, menulis tiap hari itu sering banget disarankan untuk berbagai alasan dan tujuan.

Kunci untuk bisa menulis dengan lancar adalah menulis. Iya, menulis. Sesederhana itu. Nanti lama-lama akan terbiasa. Kita akan mampu menulis tanpa beban. Entah kata siapa, ini berkaitan dengan kerja otak kanan yang tidak terikat kaidah ini itu, salah benar, masuk akal atau keluar akal dalam melakukan sesuatu. Atau, menulislah seperti anda bicara. Itu sering saya temui di tempat-tempat yang memuat hal tentang motivasi atau kiat menulis. Tetapi bila bicara saja kerap tidak lancar, apa ini bukan senjata makan tuan?

Kalau kita menulis setiap hari… Setahun akan ada 365 tulisan. Jika setiap tulisan rata-rata terdiri atas 100 kata, maka dalam setahun kita akan sudah menulis 36000 kata. Itu sudah setara dengan sebuah buku. Kalau satu halaman berisi 200 kata, kita sudah punya 180 halaman. Terus diedit dan dicetak sendiri. Hanya dengan menyicil 100 kata per hari yang waktunya bisa kurang dari satu jam atau bahkan tidak sampai sepuluh menit. Rasanya juga tidak terlalu menguras waktu. Hitung-hitung juga belajar membagi waktu dengan lebih efektif.

Nanti, tahun 2130, coba dengarkan obrolan anak-anak mudanya. Mungkin ada yang akan berkata, “Kalau kamu mau tahu suasana seabad yang lalu, nih coba lihat buku klasik karya kakek buyutku,” kepada temannya. Cukup menyenangkan bukan, kalau nama kita masih diingat saat itu.

Itu dia yang saya inginkan tapi belum tentu bisa saya lakukan, menulis di blog ini setiap hari. Atau, jika tidak tiap hari, diperingan dua hari sekali, paling telat seminggu sekali. Kalaupun tidak juga berjalan, saya harus punya cadangan tulisan yang bisa diatur jadwal tayangnya. Seratus kata untuk satu postingan, cukuplah. Kalau dalam satu postingan jumlah katanya tidak sampai segitu, berarti kena denda. Musti dibayar dengan postingan lain yang jumlah katanya di atas seratus. Kok malah jadi beban ya? Memang sih blog tidak harus berisi tulisan. Saya hanya memilih dan berfokus ke situ karena saya ingin bisa membahasakan isi pikiran dalam bentuk tulisan.

Untuk blog tanpa tema khusus seperti ini, saya tidak bermasalah dengan ide, meski remeh atau konyol luar biasa. Menatanya untuk sampai ke orang lain dengan selamat, itu baru… membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya ^^ Apalagi saya tidak pintar bercerita. Maunya ingin langsung ke inti persoalan, dan sudah, tanpa bisa bertutur panjang lebar. Itu sebabnya, saya berusaha untuk membaca banyak cerita. Paling tidak, itu bisa menjadi modal untuk mengembangkan kemampuan saya bercerita.

Bisa saja kan, saat saya menemukan selembar kertas koran yang melayang di depan rumah, terus bermuatan sesuatu yang saya anggap menarik, seperti ‘motor berbahan bakar air’ :], lantas saya tulis ulang dan saya masukkan blog. Atau sekadar puisi ga jelas yang tidak rela saya hapus dari tempatnya tertulis. Waton muni, meminjam nama radio yang dulu entah kapan pernah ada. Ada mata lain yang membaca atau tidak, bukan urusan. Minimal, yang saya muat di sini tidak mendorong orang untuk berbuat jahat dan merusak.

Salut dan penghargaan setinggi-tingginya buat semua blogger yang rajin bikin postingan, berupa apa pun. Selamat! Juga untuk semua blogger lainnya yang tidak serajin yang posting harian. Semua pasti punya kebijakan sendiri-sendiri.

Tulis-tulis, tidak terasa saya sudah menghasilkan lebih dari 500 kata kali ini. Ternyata cukup melelahkan, menyandera otak kiri agar tidak merecoki otak kanan dalam bekerja, hingga postingan tidak karuan ini keluar. Terima kasih sudah terlanjur membaca :]

Salam hangat dan selamat ngeblog teman-teman ^_^

Advertisements

8 Comments

  1. Salam kenal 🙂
    Tahun ini saya menargetkan 1 tulisan 1 hari. dan insya allah berhasil untuk bulan pertama, karena tinggal 1 postingan untuk besok tanggal 31 januari 2014. keep posting 🙂

  2. Menarik! haha tapi kayanya agak susah dipraktekan nih ya -_-

  3. Ide bagus nih, bisa mulai dipraktekkan 🙂

  4. wih asik ya tulisan ini dapet lumayan banyak. pasti memuaskan deh. 🙂

    • seneng dan asiknya iya, puasnya masih jauh 🙂
      *kalo cepet puas malah bahaya*

  5. Penulis itu dikenal karena karya tulisannya.
    Namun sebelum itu, ia di kenal karena “menulis”, maka sebutannya “penulis”.

    Yang penting menulis, kapan dan gimana hasilnya belakangan.

    Cemunnngyyyyuuuudddhhhhh ajhaaaaa eeeaaaaa mbhhaaaakkkkkk….. 😀


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: