Skip navigation

Musim hujan begini, satu hal yang cukup sering terjadi adalah PLN main sulap alias oglangan tanpa pemberitahuan lebih dulu. Di tempat saya paling tidak. 

Mati lampu di malam hari bisa menjadi peristiwa yang menyeramkan, apalagi kalau sampai terkunci di kamar mandi yang ukurannya sedikit lebih lebar dari kuburan. Memang masih banyak alat penerangan lainnya, tapi itu terbatas dan tidak mampu menyamai terangnya listrik. Lebih parah jika di malam hari, listrik padam lama, hujan deras, di rumah sendirian. Akan lebih terasa kalau habis lihat tivi yang menayangkan film horor, atau membaca cerita bernuansa horor. Terasa banget kegelapan bisa menelan saya tiba-tiba. Seperti malam tadi.

‘Sekali lagi kilat berkiblat. Kali ini di arah barat. Begitu cahaya terang sirna dan kegelapan kembali muncul, mendadak di tengah laut tampak satu cahaya kehijauan, seolah keluar dari dasar samudera. Secara aneh, entah apa yang terjadi, entah kekuatan dari mana yang turun ke bumi. Tiba-tiba ombak di laut berhenti bergulung. Air laut diam tak bergerak seperti berubah menjadi hamparan rumput luar biasa luas. Tak ada lagi ombak yang bergulung dan memecah di pasir pantai. Angin pun berhenti bertiup dan hujan rintik-rintik lenyap. Seantero kawasan pantai selatan gelap pekat dan sunyi senyap.’

Sepenggal cerita di atas hanya ilustrasi yang mewakili cerita yang meninggalkan rasa ngeri. Seberani apa pun niatan saya untuk menghadapi ruangan gelap, rasa jeri muncul juga. Sebenarnya dengan mati lampu begitu, langit dengan gugusan bintangnya akan terlihat lebih jelas dan indah, asalkan tidak tertutup mendung. Saya belum bosan untuk memandang langit dan berkhayal hehe.. Meski tanpa rembulan, pemandangan di luar rumah tetap ‘terang’, benda-benda di sekitar masih kelihatan. Bila kita melatih mata untuk terjaga dalam gulita, kita akan terbiasa dengan kegelapan.

freedigitaldhotos.net

Karena rasa takut kadang datang dengan menumpang kegelapan, maka saya perlu sekali menyiasatinya. Yang pertama pasti berdoa, memohon tidak ada kejadian yang di luar harapan. Selain itu, tiga poin ini ampuh untuk meminimalkan rasa takut yang tak diundang itu.

‘Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, “Tunggulah di sini, sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.”’ [Qur’an, 28: 29]                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Mati lampu membuat saya selalu teringat pada satu bagian dalam The Lost Symbol. Katherine Solomon harus melewati ruangan besar gelap gulita untuk menuju labnya yang jauh terletak di dalam kompleks museum Smithsonian, dengan kode khusus. Suatu hari dia dikejar-kejar oleh keponakannya sendiri yang sudah menjadi manusia semi monster. Kejar-kejaran dalam gelap yang menegangkan itu, cukup membekas dalam pikiran saya.

“Kenapa takut gelap, jika bintang di langit terlihat lebih indah?” kutipan tidak persis dari salah satu novelnya Ilana Tan. Saya lagi malas mencarinya.

Semoga teman-teman tidak takut gelap. Atau, kalau ingin berbagi cerita dan cara mengatasinya, silakan saja ^^

Advertisements

21 Comments

  1. iya napa harus takut gelap…
    kalo takut gelap saat gelap pejamkan mata aja….

    • semakin gelap tentu ya…
      pinginnya bersahabat dengan gelap tapi gelapnya belum mau berteman sama saya Pak 🙂

  2. disini spanenge naik turun.

  3. oglangan apa ka?

  4. Kan seharusnya kegelapan menjadi renungan out of the boxnya dari kebiasaan terang ma. 🙂

  5. dengan gelap kita tahu terang seperti dengan sakit kita tahu nikmatnya sehat

    • iya Pak….
      tapi kalau di jaman ini mati lampunya kelamaan bisa kacau urusan banyak orang ^^

  6. Kata lagunya Tasya: “Jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan…” 😀


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: