Skip navigation

Judul yang agak menyesatkan. Ini bukan tentang mantra atau jampi yang berbau mistik beneran. Hanya sepenggal kisah sehari-hari yang mungkin tidak terlalu diperhatikan.

Jadi begini…

Ibu mertua kakak saya yang sudah sepuh, akhir-akhir ini mudah tersulut emosinya, sering marah-marah tanpa alasan yang jelas. Kalau sudah marah, kata-kata yang keluar tidak enak didengar. Sudah tahu begitu, keponakan saya yang usil-usil sering menggodai nenek mereka dengan berbagai cara yang membuat beliau semakin mudah marah.

Untuk meredakan suasana yang memanas itu, caranya cukup mudah. Tinggal dekati si nenek, lalu ucapkan mantra ini, “assalamu’alaikum…” Pasti akan beliau jawab dengan senang hati, “wa’alaikumsalam…” Kondisi rumah pun akan kembali aman terkendali, kerena amarah nenek sontak teredam dan kembali enak kalau diajak bicara.

Lain lagi dengan seorang guru saya yang dulu pernah bercerita tentang rasa marahnya yang tidak jadi tumpah. Sering terjadi, saat beliau hampir memarahi anaknya, anaknya lebih dulu berkata, “Ya Allah, Bapak ki….” Bagaimana mau marah betulan, jika sudah diingatkan nama Tuhan. Amarah yang nyaris meluap berubah bentuk menjadi simpati, begitu kata beliau.

Cara lain untuk meredakan marah, bagi penutur Bahasa Jawa adalah dengan menggunakan bahasa Jawa jenis kromo inggil atau kromo alus saat mengutarakan amarahnya. Dijamin, amarah tidak akan bisa terungkapkan dengan mudah ^^. Apakah ini juga berlaku pada bahasa daerah yang lain, saya tidak tahu.

Ini sekadar pilihan untuk menurunkan ketegangan akibat amarah, selain tentu saja, cara lain semisal mengubah posisi, jika sedang berdiri, lalu duduk, dan seterusnya. Marah itu wajar dan manusiawi, hanya saja yang lebih utama daripada itu adalah mengendalikannya. Anda punya mantra penjinak amarah yang lain?

Advertisements

25 Comments

  1. Wah, ga’ kebayang kalo marah pake kromo inggil 😀

  2. marah itu justru tanda kedekatan emosional, jiwa, dan hati . . 😀

    • bisa jadi… kalo enggak punya kedekatan seperti itu ga mungkin marah ya.. =)

        • riky
        • Posted October 31, 2012 at 06:27
        • Permalink

        iyaa mrah itu justru membuat kita smakin dekat,,,
        tpi jan trlalu berlebihan juga,,
        klo marah jan lama”…

      • itu mungkin termasuk marah yang terkendali, tidak overdosis..

        • riky
        • Posted November 1, 2012 at 08:42
        • Permalink

        iyah marah yg insa allah barakah..

      • dan tentu enggak sia-sia ya..

  3. klo saya biasanya menjauhi penyebab amarah. Pengen marah ke suami atau anak2, saya pilih pindah ke ruangan lain aja. Pengen marah ke rekan kerja, saya pilih keluar ruangan, ngopi dulu di ruangan dapur. Klo amarah dah reda, baru deh saya dekati lagi si penyebab amarahnya

  4. hehe..nek.muring nesu-nesu nganggo boso kromo jowo kayane apik yo.. lha nesune banjur kepiye..??? hwhehe..

  5. Assalamualaikum, Matur nuwun tehipun

    • wa’alaikumsalam….
      Injih Pak, monggo dipun unjuk..

      sugeng rawuh nggih.. =)

      • alkamdulillah, dirantos gorengane nggih (maksude artikel yang lain, biar banyak membaca dan belajar).

        Matur nuwun sakderengipun.

      • insya Allah..
        kula nggih nyuwun doa, kersanipun saged ndamel gorengan ingkang uenak =)
        niki kulo teksih belajar..

        sami-sami Bapak..

      • Amiiiin, kabul kajateeeee

        —–
        nggih, matur nuwun sanget =)

  6. makasi mantranya mbak…… saya mo belajar marah dg b sunda yang halus…

    • wahh.. iya Pak Yan, sama-sama..
      itu kayaknya ekspresi kemarahan yang paling sopan =)

  7. kalau aku pribadi mendengarkan musik klassik lumayan bisa meredam rasa marah, atau dipaksa keluar naik sepeda muter muter, pulang hilang deh marahnya 😛

    • asyik tuw Mba.. masih ingat Mbak Ely pernah bilang begitu hehhe…

        • Ely Meyer
        • Posted October 29, 2012 at 20:37
        • Permalink

        iya, emang itu cara ampuh setidaknya buat aku pribadi 😛

      • saya jadi pingin sepedahan tiap pagi Mba 🙂

  8. mantra2 yang bagus. tapi pasti keren ya kalo ada orang marah kita tinggal cabut tongkat dan… petrificus totalus!

    • haha.. manjur juga kali ya.. tapi kan harus masuk hogwarts dulu itu mas.


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: