Skip navigation

Bagi para pemilik peternakan yang melihat gejala hewan piaraan anda sering berkumpul sambil berbisik-bisik di suatu tempat, berhati-hatilah! Mungkin mereka sedang merencanakan cara untuk mengambil alih peternakan anda!

Tentu ini hanya ada dalam cerita.

Binatangisme adalah judul versi Indonesia dari novel lama Animal Farm yang diterjemahkan oleh mendiang bapak Mahbub Djunaedi.  Judul terjemahan versi penerbit lainnya yang muncul belakangan adalah Negara Binatang, Ladang Binatang, juga Peternakan Hewan.

Menjelang akhir hayatnya, Mayor Tua, seekor babi yang berpengaruh di Manor Farm, mengumpulkan seluruh binatang yang ada di sana untuk menyampaikan gagasan besarnya. Selama ini, mereka — kuda, sapi, domba, keledai, anjing, unggas– diharuskan bekerja keras untuk kepentingan manusia. Di bawah ancaman cemeti, tidak ada seekor hewan pun yang berani membangkang. Tapi kembalian dari kerja keras mereka sangat tidak layak. Makanan tidak selalu mencukupi, telur-telur milik ayam, bebek, angsa, dijual tanpa induknya sempat melihat anak-anaknya menetas. Sebagian lagi dikebiri. Tidak jarang tubuh mereka dipajang di meja makan. Maka kesimpulannya, manusialah sumber segala derita. Karenanya, dengan semangat binatangisme, manusia harus disingkirkan. Revolusi adalah jalan pasti. Seluruh penghuni Manor Farm pun menyetujui gagasan Mayor Tua. Mulai saat itu, lagu Beast of England yang menyerukan pembebasan seluruh binatang di Inggris sering mereka kumandangkan.

Semangat binatangisme memang dahsyat. Saat tekat bulat dan kesempatan bertemu, revolusi binatang berhasil dengan gemilang. Dengan dipimpin Snowball dan Napoleon, dua babi jantan yang cerdas, mereka bisa mengusir pemilik Manor Farm, Tuan Jones dan para pekerjanya. Mulailah kehidupan baru itu, sebuah peternakan plus pertanian yang dikelola oleh binatang secara penuh. Pertama dan baru satu-satunya di Inggris.

Binatang-binatang itu mulai belajar membaca dan menulis. Plat Manor Farm diganti menjadi Animal Farm. Tujuh pasal Undang-Undang Dasar ditetapkan, diantaranya menyatakan bahwa semua binatang adalah sederajat, sesama binatang tidak boleh saling bunuh, tidak boleh tidur di ranjang, dan tidak boleh minum minuman keras. Undang-undang itu dituliskan besar-besar di dinding kandang.

Di antara hewan itu, para babilah yang paling cepat menguasai pelajaran. Sebaliknya, sebagian besar hewan lain hanya mampu menghapal abjad, itu pun juga sering terlupa. Snowball dinobatkan menjadi pemimpin Republik Binatang, tapi beberapa waktu kemudian Napoleon berhasil menggulingkannya. Di bawah pemerintahannya, kehidupan para hewan tak ubahnya keadaan sebelum revolusi, bahkan lebih parah. Semua diharuskan bekerja lebih keras, dengan jatah makanan yang minim. Kecuali kaum babi. Kejanggalan demi kejanggalan dalam perilaku babi semakin merajalela.

Setiap kali ada kerusakan misterius, Snowball selalu dijadikan kambing hitam. Setiap kali mereka menemukan penyimpangan undang-undang oleh para babi dan meminta Muriel, si domba yang bisa membaca untuk membacakan bunyinya, bunyi undang-undang itu sudah tidak sesuai dengan apa yang dulu pernah mereka dengar. Misalnya, mereka ingat jika semua hewan tidak boleh berbunuhan. Di dinding kandang, Muriel mendapati tulisan ‘Semua hewan tidak boleh saling membunuh TANPA SEBAB’. Begitu pula tentang minuman keras, kini tulisan di dinding adalah ‘Semua hewan dilarang minum minuman beralkohol BERLEBIHAN’. Sampai tibalah amandemen yang berpuncak pada: ‘Semua binatang adalah sederajat dan beberapa binatang LEBIH SEDERAJAT daripada binatang yang lain’. Napoleon sudah tidak segan-segan bekerjasama dengan manusia, makhluk yang seharusnya mereka singkirkan. Para hewan kerap memergoki para babi berjalan tegak dengan sepasang kaki belakang sambil membawa cemeti. Apa daya, hewan-hewan itu tidak punya bukti tertulis, ingatan mereka akan segera tergantikan eufemisme ala Squealer, juru bicara Kamerad Napoleon.

>>>..<<<

Animal Farm adalah satir yang diduga kuat sebagai sindiran tajam penulisnya, George Orwell, kepada Uni Soviet pada masa Stalin berkuasa. Novel ini terbit tepat pada hari kemerdekaan negeri kita. Saya rasa, simbolisme kebinatangan yang dipakai sangat kuat untuk menggambarkan beragam sifat manusia. Babi, dalam banyak tradisi adalah simbol dari sifat penuh nafsu, tamak, dan serakah. Babi jantan melambangkan kekuatan fisik, kebebasan, keberanian, kekejaman, dan perang. Kelompok Druid (para pendeta Celtic kuno) menganggap babi jantan sebagai simbol kekuatan spiritual, intelektual, dan kekuasaan karena hewan ini hidup di dalam rimba dan memakan buah dari pohon oak keramat. Sesuai untuk menggambarkan pemimpin diktator yang gila hormat dan berbuat sewenang-wenang. Manusia tidak diciptakan untuk membabi. Kuda melambangkan pekerja keras yang setia, merpati sebagai penyampai pesan, kucing yang bekerja semaunya, dan seterusnya.

Apabila anda hendak maju dalam pemilihan kepala daerah, atau apa pun itu namanya, buku ini cocok sebagai salah satu bahan renungan. Jangan sampai terjadi, setelah kekuasaan digenggam lantas memperkuda rakyat sendiri, rekan seperjuangan dihabisi. Rakyat juga jangan mau dibohongi oleh pemimpin macam ini. Agar tidak sampai terjadi (lagi), seperti ungkapan seorang penulis di masa orde lama, bertanah air tapi tidak bertanah. Seorang dua orang penguasa otoriter tidak lebih kuat dari rakyatnya yang berjumlah ribuan.

Saya sendiri lebih mengartikan kepemimpinan dalam lingkup yang lebih luas. Dari pemimpin negara, kepala daerah, pejabat teras, pemimpin keluarga, sampai pemimpin diri sendiri. Sikap tidak adil dan sewenang-wenang sekuat mungkin harus dijauhi.

>>>..<<<

Hingga pada suatu hari bertahun-tahun kemudian, para hewan menyaksikan keributan antara Napoleon beserta kroni-kroninya dan manusia. Saat itulah, sudah mustahil untuk bisa membedakan, ini manusia atau babi, babi atau manusia?

Berminat? Novel dalam bahasa aslinya bisa diambil di sana.

**gambar: britannica.com

Advertisements

4 Comments

  1. Saya jual novel Animal Farm karya George Orwell edisi bahasa Indonesia

    • Saya minat mau beli terjemahan animal farm yg bung punya. brapa harganya dan gimana transaksinya?

  2. Tulisan anda menarik. Senang sy membacanya. Btw, sy skrng sdng hunting versi Indonesia dr Animal Farm dan br dpt 1 versi yg judulnya persis sm dgn aslinya. Jd, saya msh perlu 3 versi lainnya: Binatangisme, Negara Binatang, dan Peternakan Hewan. Bs tolong saya? Tks banyak.

    Salam, Dwi Aji Prajoko.

    • terima kasih ya sudah membaca…

      Buku terjemahan Animal Farm selain yang sudah Anda miliki agaknya memang sudah sudah langka Mas. Saya malah tidak punya terjemahannya satu pun.
      Tapi saya pernah lihat versi penerbit Sumbu di kerabat buku
      Bisa coba cari juga di amartapura

      Mungkin sekarang masih ada stoknya.
      Dan maaf ya, hanya itu yang bisa saya bantu.

      Sama2 ya..


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: