Skip navigation

Jadi, apa yang ingin kamu sampaikan?

Little Brother, karya Cory Doctorow.

Kapan kamu pertama kali membacanya?

Sekitar lima bulan lalu, saat sedang rajin berburu ebook jenis distopia.

Novel ini bercerita tentang apa? Beri dong ringkasannya

Hilangnya privasi, pemerintah yang meneror warganya sendiri dengan ‘sistem keamanan’, dan perlawanan terhadapnya. Mari kuperjelas sedikit. Marcus Yallow, siswa SMU Cesar Chavez San Fransisco adalah seorang hacker yang selalu bisa menerobos sistem keamanan di sekolahnya. Suatu hari, Marcus dan tiga sahabatnya [Darryl, Jolu, Van] dicurigai terlibat dalam aksi teror pengeboman jembatan Bay Bridge yang meminta nyawa ribuan orang. Sebenarnya mereka hanya sedang bermain dan bertualang di daerah itu. Empat sekawan itu ditahan oleh pihak departemen keamanan dalam negeri (DHS) karena kedapatan berada di sekitar lokasi serangan dengan ‘aktivitas mencurigakan’ dan dibawa ke suatu tempat yang tidak teridentifikasi dengan suasana penjara. Meski Jolu dan Van segera dibebaskan, Marcus disekap selama sepekan dan Darryl lebih lama lagi.

Setelah dibebaskan dengan pengawasan, Marcus melakukan perlawanan balik. Marcus bersama kawan-kawannya yang sepemikiran mengambil risiko besar dengan mengacaukan rencana dan program DHS yang menurutnya adalah tindak kriminal terhadap masyarakat. Paska pengeboman, pemerintah yang diwakili DHS memberlakukan sistem pengamanan super ketat yang menjadikan SF kota polisi, kamera pengawas dipasang dimana-mana, penyadapan komunikasi, pos penjagaan yang memeriksa setiap orang yang lewat tersebar dimana-mana. Interogasi dan penangkapan (kasarnya penculikan orang) menjadi hal biasa.

Yang membuatmu menyukainya sampai memajangnya di sini?

Hanya rencana yang jarang terpenuhi untuk menuliskan setiap buku yang sudah kubaca agar tidak gampang terlupa dan jika sewaktu-waktu diperlukan, tinggal melihat ringkasan seperti itu.

Fiksi bisa menangkap dan menyampaikan kondisi manusia pada suatu masa, termasuk perkiraan masa depan. Seliar-liarnya gagasan dalam cerita khayalan, kenyataan tetap lebih gila. Kurasa apa yang digambarkan dalam Little Brother sangat dekat dengan kenyataan yang ada sekarang. Little Brother menyampaikan pesan jika semakin ketat sistem keamanan, sampai pada taraf tidak ada lagi hal privat yang bisa disembunyikan, usaha untuk menaklukkannya juga semakin hebat.

Di samping manfaatnya, teknologi bisa digunakan sebagai alat pengendali pikiran manusia. Pengawasan, penyadapan, pemaksaan kehendak sekelompok orang, terutama yang punya kuasa, hilangnya hak-hak pribadi untuk berpendapat, sebagiannya sudah terjadi dan sangat mungkin di masa depan akan jadi nyata. Ini contohnya

Buku ini memuat banyak informasi mengenai hacking, menyinggung hak-hak sebagai warga Negara, dan yang tidak kalah seru, memprovokasi untuk kembali ke akar permasalahan tentang terorisme. Pengawasan, penyadapan, semua bisa menimbulkan efek ketakutan, persis seperti apa yang dimaui oleh teroris yang sebenarnya. Meski ditulis pada tahun 2007, isinya masih relevan dengan keadaan masa kini kan? Doctorow yang juga hacker membuat novel ini tidak terasa kaku. Mungkin kita akan mempertanyakan ulang apa itu terorisme? Siapa itu teroris? Mengapa teror terjadi? Mungkinkah slogan dan tindakan bertema anti/kontra terorisme, malah menumbuhsuburkan terorisme? Mari sebentar mengecek pengertian kata ini.

  • Teror = usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan.
  • Terorisme = penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror. [KBBI,2008]

Dengan begitu, setiap orang bisa menjadi teroris. Saat individu bisa meneror orang lain, berapa besar efek ketakutan yang ditimbulkan sekiranya terorisme dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki sumber daya yang besar (harta, senjata, kuasa)? Bagaimana jika kekuatan seperti itu digunakan untuk memperturutkan nafsu jahat melakukan teror baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan untuk keuntungan sendiri?

Sungguh aku merasakan saat ini penggambaran terorisme dan pelakunya sangat-sangat kabur.  Terorisme tidak lebih dari tindakan peledakan bangunan dan bom bunuh diri dengan korban beberapa orang. Bagaimana dengan tindakan militer Amerika di Afganistan dan Iraq? Pengusiran dan pembantaian warga Palestina? Pembersihan etnis muslim Rohingya? Kebrutalan pemerintah Cina di Tibet dan Turkistan timur? Kengerian di Siria? Juga yang lainnya. Siapapun bisa menjadi teroris. Saat pendefinisian terorisme sesempit pengertian antisemitisme, segala aksi tidak manusiawi di luar penafsiran itu akan terasa wajar. Tindakan seperti itu bisa dibungkus dengan sebutan pembelaan diri, upaya pembebasan rakyat dari suatu rezim, revolusi kebudayaan, dan entah apa lagi. Apa bedanya dengan terorisme negara? Korban yang jatuh juga lebih banyak. Terorisme, apapun bentuknya dan siapapun pelakunya tidak layak dilakukan dan dibela.

Perlakuan kru DHS pada Marcus mengingatkanku pada sel Guantanamo tempat tahanan politik, tersangka teroris disekap dan diperlakukan tidak manusiawi tanpa diadili lebih dulu. Buruknya perlakuan yang diterima para tahanan kan sempat santer di media. Nah, di novel ini, Marcus dan teman-temannya yang merupakan warga negara sendiri, belum terbukti bersalah, juga diperlakukan tidak jauh beda.

Judul Little Brother terdengar menyesatkan, sekilas orang bisa mengiranya sebagai kisah keluarga. Apa alasan untuk memberi judul seperti itu?

Little brother adiknya big brother. Seingatku penulisnya tidak memberi alasan. Tapi novel ini mungkin bisa disebut update-annya Nineteen-Eighty-Four, jika kamu pernah mendengarnya. Doctorow mengatakan 1984 punya pengaruh besar dalam novelnya. Judul little brother dan dua kata kunci di paragraf pertama  –surveillance dan winston—langsung bisa melayangkan kita ke sana. Tentang pemerintah totaliter yang memberikan ketenangan semu pada warga negaranya dan liku-liku perlawanan terhadapnya. Kata little brother diturunkan dari kata big brother, selain itu plot alasan perlawanan  –> pemenjaraan + pemberian pendidikan ulang -> pembebasan dari penjara, menghiasi dua novel ini. Satu konsep mendasar dalam 1984 tentang usaha pengendalian masa lalu dengan cara menulis ulang sejarah untuk menguasai masa depan.. tidak terlalu kentara dalam Little Brother. Ini mungkin yang membuat 1984 terasa lebih kelam. Singkatnya, itu soal intertekstualitas, mungkin.

Jadi apa hal yang bisa diambil dari buku ini?

Ada, diantaranya:

  • Berani membela diri dan jika perlu melawan jika hak kita memang dizalimi oleh siapapun, seperti dalam contoh ini dan itu
  • Protes atau tuntutan akan sesuatu lebih sering membutuhkan kerjasama dengan orang lain yang berpola pikir sama dan bisa dipercaya.

Bangkit, dan lawan seperti Marcus yang berani menentang DHS.

Bebas dari adegan atau narasi yang tidak pantas?

Ow, tentu ada..: sadisme dalam penggambaran penyiksaan di penjara, pemakaian kata-kata makian, dan perilaku seks remaja. Jadi, semestinya pembaca bisa menyaring mana yang layak dan tidak.

Adakah bacaan lain yang sejenis dengan buku ini? Kau akan membaca Little Brother kalau kau suka …..

Entahlah, mestinya ada. Mungkin kamu lebih tahu?

Ada kutipan yang ingin kamu utarakan?

Paragraf pembuka yang sudah kusebut tadi, karena langsung tepat sasaran.

I’m a senior at Cesar Chavez high in San Francisco’s sunny Mission district, and that makes me one of the most surveilled people in the world. My name is Marcus Yallow, but back when this story starts, I was going by w1n5t0n. Pronounced “Winston.”

Terakhir, bisakah novel ini didapat gratis tanpa melanggar hak cipta?

Bisa, lihat di sana

Advertisements

6 Comments

  1. Wah keren tuh novelnya. Dilihat dari tema yg diresensikan sangat “close to live” ya..

    • iya.. ayolah,, baca juga (mode provokator)

      jenis bacaan yang membuat tidak semua orang senang :-S

    • Iya ntar deh ane baca pas ada waktu *so’ sibuk*

      wah berarti tidak berbau mainstream alias ga pasaran dong? Ane suka mba bacaan kaya begutu ^^

      • hehhe.., iya deh
        *tak ada paksaan dalam membaca*

        menurut saya enggak bisa dikelompokkan bacaan mainstream,,
        saya juga lebih suka apa2 yg tidak berbau arus utama.. menyimpang dari tradisi, cenderung mainstream debunker ^_^

  2. pake bahasa ind ngga, ka? pengin………

    • enggak adik.. ^^
      tapi bahasanya menurutku ga terlalu sulit kok…


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: