Skip navigation

Monthly Archives: August 2012

 

Adakah peristiwa kebetulan di dunia ini?

Untuk dua atau lebih peristiwa yang tidak disengaja tetapi masih berhubungan, kita sering menyebutnya kebetulan. Kalau kita mengamati peristiwa di sekitar, mungkin kita akan terkesima melihat betapa banyak hal, kejadian kecil atau besar yang bisa disebut kebetulan. Contoh peristiwa kebetulan itu antara lain:

 

  • Tetangga saya (laki2) menikah dengan wanita yang namanya kembar dengan nama almarhum ibunya.
  • Pasangan kakak kelas saya, namanya ada unsur ‘pure’ dan ‘murni’, ada lagi ‘puji’ dan ‘pujo’
  • Antara Mark Zuckerberg dan Matt[hew] Mullenweg, sudah bisa kan merasakan hubungan ‘kebetulannya’?

 

Mereka pendiri dua platform raksasa, Facebook dan WordPress. Urutan huruf vokal pada nama keduanya adalah sama [a – u – e – e]. Selain itu, mereka sama-sama putus sekolah dan lahir pada 1984.

Ada apa dengan 1984? Tidak banyak peristiwa bersejarah yang saya ketahui, yang pasti 1984 adalah judul novel distopia karya George Orwell. Novel ini sangat populer dan berpengaruh dalam politik. Istilah big brother, thought police, newspeak,  doublethinks, pada awalnya digunakan dalam novel ini.

 

  • Dalam film-film Hollywood, misalnya U-571, Ladder 49, 3:10 to Yuma, 30 Days of Night, dan 1408 yang seluruhnya bertema kemalangan atau keadaan yang tidak mengenakkan. Bisa mendeteksi letak kebetulannya kan? Semuanya memuat angka keramat yang tersembunyi.

 

Nah, kalau saya, lebih percaya bahwa tidak ada kejadian kebetulan di dunia ini. Yang terlihat kebetulan adalah ujung dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, baik yang direncana maupun tidak. Kebetulan bisa terjadi karena campur tangan manusia, dan bisa jadi, lebih dari itu, kekuatan di luar manusia, kekuatan yang menciptakan manusia.

Kalian punya simpanan contoh peristiwa (bukan) kebetulan yang lain?

 

Advertisements

What is more resenting than constantly listening to the revolting harmony of anger orchestra?

As one sort of emotion, anger normally exists in our life. High-pitched voice, bursting of offensive words, annoying facial expression, all marks the state of anger. It’s one thing to get angry, but it’s another thing to control this sentiment. Are you just like me, still fighting to control it?

Controlling anger is an art as well as skill I need to master. On top of that, it is a lifestyle. I admit that I do not easily get angry, but once it comes to life, it becomes verbally dangerous. Read More »

Lebaran hari kedua. Adalah sangat menyenangkan lebaran kali ìni dirayakan di hari yang sama. Di sela-sela kegembiraan suasananya, meski agak telat, saya sampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1433 H.
Mohon maaf atas segalanya. Semoga Allah swt menerima amal baik dan menghapus kesalahan kita semua. Mudah-mudahan kita bisa menjalani hari-hari ke depan dengan lebih bermakna.

Buat teman-teman yang sudah singgah di sini dan meninggalkan jejak berupa apa pun, saya ucapkan ribuan terima kasih. Maafkan jika saya belum berkunjung balik. Atas postingan yang kurang berkenan, juga komentar-komentar saya yang tidak sopan, saya minta maaf.

Selamat berlebaran! ^_^

Quietness breaks the dead of night

No moon sets the world alight

Stargazing in one corner of the earth

A distinct breed of awe comes to birth

 

The steadiness of the sky

Silently shuts down my decry

Quit that hubris

Get down on your knees

Pray for the world peace

 

As the sphere collapse in sleep

And the beasts hide in their own trip

This mysteriously pleasant air affects me so deep

Marvelously supermassive signs of might

Leave no room for any corrupted faith

Debunking this self-proclaimed dignity, unacquainted

 

Standing helpless in the beauty of the universe

Fully absorbed by this implicitly orchestrated verse

Overwhelmed by a scene so perfectly designed

These very words echoing in my mind

‘Which is stronger in constitution, you or the sky He has built?’

Is this part of the promised night of power,

Where men should never skip over

Decorousness of the night

Di masa sekarang, kita nyaris tidak bisa terlepas dari paparan MSG yang ada dalam berbagai makanan olahan. Makanan kalengan, bumbu-bumbu instan, produk daging, makanan ringan, dan seterusnya sudah menjadi bagian hidup sehari-hari. Bayi dan anak-anak pun tidak luput dari MSG yang ditambahkan dalam produk untuk mereka konsumsi atau pakai. Misalnya, susu formula untuk bayi yang disisipi MSG, sereal, dan beberapa jenis vaksin. MSG pada bayi ini lebih memerlukan perhatian terkait dengan bahayanya pada organ tubuh mereka, terutama  otak. Otak bayi masih lunak dan penghalang/sawar darah otak yang melindungi otak dari benda asing berbahaya di dalam darah belum berkembang sempurna.

Meskipun bahaya MSG (glutamat bebas), bagi kesehatan sudah didengungkan sejak lama, pada kenyatannya, masih banyak orang yang mengabaikannya. Sekali dua kali mereka memerhatikan masalah ini, tapi seiring berlalunya waktu, kepedulian itu pun kian surut.

Bagi yang menganggap  dan membuktikan MSG dengan takaran secukupnya tidak berbahaya, keberadaannya tidak jadi soal. Tapi, apabila kita termasuk hipersensitif terhadap bahan yang satu ini sehingga mengalami gangguan kesehatan karenanya, menghindari atau meminimalkan konsumsinya bisa menjadi masalah serius. MSG ada dimana-mana dan keberadaannya tersembunyi di depan mata. Jika kita kurang jeli, pelabelan MSG dalam kemasan makanan bisa menyesatkan. Read More »