Skip navigation

Isu tentang bahaya MSG sudah lama merembesi berita di berbagai pelosok bumi, tapi  hingga hari ini penguat rasa yang satu ini masih tetap banyak diminati, tidak terkecuali oleh nyaris semua orang di lingkunganku. Iklannya yang gencar mungkin membuat isu keamanan produk ini berlalu begitu saja. Namanya juga isu, kabar yang tidak (belum) jelas asalnya.

Begini kurang lebihnya ungkapan yang sering kudengar di dapur orang yang lagi punya hajat di sekitarku:

  • ‘Sambalnya kepedasan. Coba tadi ditambahi R***0… ga akan sepedas ini!’
  • ‘Ha…! Cuma setengah bungkus? Masih kurang! Masukkan semuanya!’ => maksudnya sebungkus penyedap rasa merk tertentu.
  • ‘Keripiknya nanti ditambah M****0 ya, pasti enak dan banyak yang suka…’
  • ‘Apa jadinya kalo masak ga pakai M****0?’

Hwaaaa…*nangis dalam hati, alamat bencana buatku.

Salah satu hal yang membuatku harus berlaku hati-hati adalah makan di luar rumah. Bukan karena makanan itu tidak enak, tapi reaksi tubuhku yang tidak bisa menerimanya. Makanan yang disajikan untuk umum, baik yang dijual maupun yang dihidangkan dalam suatu acara, lebih sering memakai MSG sebagai penguat rasa. MSG seperti sudah menjadi substansi wajib yang tidak bisa ditinggalkan. Justru inilah yang tidak bisa kutolerir.

Setiap kali menikmati makanan yang mengandung MSG–kecuali bila sedikit–, dalam hitungan menit aku akan merasa pusing, lebih tepatnya migraine dan tenggorokan menjadi kering serasa terbakar. Semakin banyak kandungan MSG dalam makanan, pusing yang kurasakan akan semakin lama plus berat dan rasa terbakar juga kian parah. Hal ini sudah kutandai terjadi selama bertahun-tahun. Sebaliknya, ketiadaan MSG dalam makanan (buatan sendiri) tidak pernah membuatku pening atau merasakan panas di tenggorokan sehabis makan.

Dari pengalamanku, untuk menandai apakah makanan memakai MSG atau tidak itu cukup mudah. Makanan ber-MSG terasa tajam di lidah dan akan meninggalkan rasa letih (Jawa: rasa tidak enak yang melekat di lidah dalam waktu lama). Garam biasa tidak akan berasa begitu; jika pun ada rasa tidak enak yang tertinggal, itu tidak akan berlangsung lama.

Hanya ada sedikit orang yang hipersensitif terhadap MSG. Dikatakan sedikit karena lembaga berwenang (WHO, FAO, FDA, BPOM) mengklaim MSG tidak berbahaya jika tidak dikonsumsi melebihi batas keamanan. Takaran penggunaannya adalah secukupnya. Tanpa peduli berapa nilai batas itu, aku telah merasakan efek jeleknya. Ini membuatku mencari sebab kenapa MSG bisa berbahaya pada sebagian orang dan tidak terlihat berbahaya pada orang yang lain.

Meskipun sudah lama menjadi kontroversi, MSG secara resmi tetap disebutkan ‘belum terbukti menunjukkan kerugian atau risiko pada penelitian terhadap manusia’ alias aman. Riset-riset independen yang berlawanan dengan pernyataan itu dikatakan tidak kredibel karena ‘MSG yang diberikan kepada hewan percobaan over dosis, lebih banyak daripada jumlah yang dikonsumsi manusia normal.’(1) Penggunaan MSG menurut kelompok ini bisa mengurangi konsumsi garam (natrium) yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Glutamat sangat cepat dimetabolisme dan dipakai sebagai sumber energi sehingga aman-aman saja untuk dikonsumsi, termasuk oleh wanita hamil dan anak-anak. Pendukung keamanan mengonsumsi MSG ini bisa kamu dapatkan melimpah ruah…tinggal menelusuri mesin pencari.

Satu di antara praktisi medis yang menentang keras amannya MSG adalah dr. Russel Blaylock, spesialis bedah saraf yang merilis buku Excitotoxins: The Taste that Kills. Ok, sedikit sedikit tentang alasan kenapa MSG berbahaya, terutama pada otak.  MSG aka monosodium glutamat adalah garam dari asam glutamat yang merupakan asam amino non esensial (bisa diproduksi sendiri di dalam tubuh). Asam glutamat atau glutamat berfungsi sebagai neurotransmiter yang memungkinkan sel-sel bisa saling berkomunikasi dan berperan juga dalam metabolisme nitrogen.

Lebih dari 50% glutamat ditemukan berada dalam jaringan saraf yang meliputi otak, saraf tulang punggung, dan ganglia perifer.(2) Hanya saja, zat ini teramat toksik sehingga otak selalu menjaga agar konsentrasinya sangat rendah, tidak lebih dari 8-12µM.(3) Glutamat bersama aspartat disebut juga eksitotoksin. Jika otak terpapar eksitotoksin melebihi level normal, sel-sel otak akan diteral untuk menembakkan impuls-impuls mereka dengan kecepatan tinggi. Sel-sel itu akan terus menyerang eksitotoksin ini sampai mereka kelelahan lalu mati. Inilah asal mula sebutan eksitotoksin (excitotoxin = excite to death).

Segala sesuatu yang menyebabkan jumlah eksitotoksin meningkat bisa merusak sel-sel otak dan mengakibatkan rusaknya saraf tulang punggung. Glutamat yang masuk ke dalam tubuh bisa menjadi biangnya. Glutamat akan diserap oleh reseptor glutamat yang ternyata terdapat di seluruh organ dan jaringan sehingga level glutamat dalam darah akan berlipat. Sel-sel otak akan bekerja lebih giat untuk menghabisi glutamat yang tidak diperlukan ini.

Berlainan dengan anggapan umum jika otak dilindungi oleh penghalang darah-otak yang memblokir masuknya glutamat, Dr. Blaylock mengatakan bahwa reseptor glutamat terdapat pada kedua sisi penghalang, sehingga jika dipapar glutamat, penghalang itu akan membuka. Pasien alzeimer, stroke, kejang mendadak, gangguan autoimun, sklerosis ganda, semuanya memiliki penghalang darah-otak yang sudah payah.

Secara alami, glutamat banyak terdapat dalam sumber makanan alami seperti tomat dan kedelai. Glutamat jenis ini sangat berbeda dengan glutamat yang ada dalam MSG. Jenis pertama hampir seluruhnya berupa glutamat yang terikat sebagai protein kompleks. Saluran pencernaan akan menyerapnya dengan pelan dan diurai di hati, lalu dikeluarkan sesuai jumlah yang diperlukan oleh tubuh. Glutamat dalam MSG sudah dihidrolisa menjadi asam amino bebas yang dengan mudahnya diserap oleh reseptor glutamat. Rasa gurih/umami memang hanya akan muncul saat glutamat ini diisolasi. Lonjakan level glutamat membuat sel-sel otak bekerja ekstra keras sehingga mempercepat kematiannya. 

Disitulah letak bahayanya MSG, terutama bagi otak yang sedang dalam masa perkembangan. MSG bisa memicu, meningkatkan risiko terkena, atau memperparah penyakit-penyakit seperti ALS, parkinson, alzeimer, ADHD, dan Huntington’s disease. MSG bisa juga memicu atau memperparah kanker karena membuat sel kanker bergerak lebih lincah, sehingga meningkatkan metastasis, atau penyebarannya. Selain menyebabkan penyakit-penyakit neurodegeneratif, MSG juga bisa menyebabkan kegemukan. Rasa gurihnya akan merangsang selera makan berlebihan dan bisa membuat ketergantungan. Persis seperti sebagian besar tetanggaku yang merasa masakannya kurang sip kalau tanpa MSG, dengan berbagai mereknya.

Argumen dr. Blaylock menurutku lebih masuk akal ketimbang pernyataan resmi pemerintah. Pusing yang kualami setiap memakan makanan ber-MSG juga bisa dijelaskan dengan cara di atas. Pusing terjadi karena gangguan telinga atau otak. Pusing jenis migraine disebabkan oleh aktivitas otak yang tidak normal. Pemicunya beragam, salah satunya adalah makanan yang ber-MSG.(4)

Salut bagi orang yang bisa menolerir glutamat dalam level yang tinggi. Mereka tidak merasa sakit dan mengonsumsinya lagi dan lagi. Ada juga sedikit di antara mereka yang berusaha berlepas diri dari jeratan MSG. Usaha itu benar-benar tidak mudah dan perlu kejelian untuk menyeleksi apa-apa yang akan dikonsumsi. Makanan ber-MSG tidak selalu dilabeli MSG. Ada banyak nama yang bersinonim atau bahan yang mengandung asam glutamat (bebas). MSG tersembunyi di depan mata. Tapi, sebenarnya, apakah konsumen MSG itu tidak merasakan kelainan dalam tubuh mereka?

__**ikuti sambunngannya**__

Referensi:

1. jpnn.com/news.php?id=54383

2. en.m.wikipedia.org/wiki/Neuron

3. doorway.com/blayenn.html

4. pennstatehershey.adam.com/content.aspx?productId=117&pid=1&gid=000709

gambar: freedigitalphotos.net

ASPARTAM, MSG, EKSITOTOKSIN

Advertisements

6 Comments

  1. ga pernah juga.. kurang kerjaan kalau itu. gpp

  2. SGM (Selalu diGemari Masyarakat) hehehee #maksa

    apa lagi makanan pabrikan, hedeew….

    • hehehe betul.
      kalo makanan pabrikan apalagi yg kalengan trus rasanya ga dipermak, mungkin ga akan laku, berasa logam..

      • heheheeee..
        emang rasa logam gmana??/

      • mboh yo mas, rung tau nglethak wesi ^^

      • ngletak rung tau, tp kl ngelamuti??
        Astaghfirloh… lebaran, maaf maaf…


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: