Skip navigation

“Betapa banyak amalan kecil yang menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Ibnu Mubarak)

Ada satu pemandangan unik yang selalu kulihat setiap kali aku mengantar adik ponakanku ke sekolah. Unik karena aku belum pernah mendapatinya di lain tempat. Jarak rumah ke sekolah yang sekitar delapan kiloan membuatku menempuh rute yang sama. Tidak jauh dari sekolahan itu, di tepi jalanan kampung, terdapat sebuah masjid yang bangunannya tidak terlalu besar. Yang membuatnya beda adalah keberadaan seorang wanita tua di area masjid. Setiap kali kami lewat situ, hampir bisa dipastikan nenek itu ada di sana. Yang dilakukannya, kalau tidak menyapu halaman masjid, ya membersihkan atau mengepel lantainya. Yang ada di tempat itu Cuma nenek itu seorang. Entah kegiatan itu sudah berlangsung berapa lama.

Pemandangan itu mengingatkanku pada suatu peristiwa serupa di masa Rasulullah. Kala itu beliau merasa kehilangan atas meninggalnya seorang wanita tua yang, oleh para sahabat dianggap peristiwa biasa saja sehingga tidak perlu memberitahu Rasulullah perihal kematiannya. Nenek itu adalah seseorang yang biasa membersihkan Masjid Nabawi, itu saja yang bisa mereka ingat. Tidak lebih, tidak ada istimewanya. Setelah diberitahu ke mana perginya si nenek, ternyata reaksi Rasulullah tidak secuek yang para sahabat kira.

“Kenapa kalian tidak mengabariku?” Tanya beliau kaget dan membuat para sahabat semakin heran.

“Dia meninggal di malam hari dan kami tidak ingin mengganggu engkau, ya Rasulullah.” Beliau tampak tersentak karena wanita yang biasa dilihatnya membersihkan masjid meninggal sementara beliau tidak mengetahuinya. “Tolong tunjukkan kepadaku kuburannya.”

Maka beliau pun diantar ke kuburannya dan berdoa untuk si nenek. Kisah yang lebih lengkap dengan versi  sedikit berbeda ada di sana.

Kembali ke nenek pembersih masjid yang sering kulihat itu…mungkin beliau terinspirasi kisah dari zaman kenabian itu atau malah belum pernah mendengarnya sama sekali. Tapi aku sangat salut pada apa yang dilakukannya. Sesuatu yang bagi orang lain mungkin terlihat sepele, tidak cukup berarti, sehingga tidak banyak yang mau melakukannya. Kalau saja lebih banyak orang yang mengerti jika membersihkan masjid itu kerjaan kecil yang bernilai besar…

Jadi terpikir, seandainya dia sudah tiada, siapa yang akan menggantikannya? Jika masjid bersih, tidak ada sampah berkeliaran, semua orang akan merasa nyaman. Segala aktivitas akan jadi lebih lancar. Bayangkan jika si pembersih masjid tidak ada…atau mereka mogok kerja sehari saja, orang yang datang harus menyapu lantai dulu, ngangkat air buat ngepel, dan lain-lain. Untuk tempat atau bangunan selain masjid pun pasti juga kacau jika tidak ada petugas kebersihan.

Akhir kata, aku hanya bisa menyumbang doa, semoga nenek disayang Allah.

Advertisements

8 Comments

  1. Aamin….
    jadi ingat cerita mbah sholeh…
    (salah satu murid sunan Ampel)

  2. // amiin, smoga slalu dlm lindungan dan rahmayNya

  3. semoga itu nenek dapet pahala gede. karena semua jemaah mesjidnya ngerasain manfaat dari kerjaannya..


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: