Skip navigation

Postingan ini terinspirasi dari sms teman baik saya pada suatu siang beberapa hari yang lalu. Ceritanya, dia tidak lama lagi hendak menikah, tapi masih merasa sakit hati oleh sebagian perlakuan calon suami. Begini ilustrasinya:

Teman                  : rasa sakit karena dia mbwatku malas menghadapi dia ma..tp sbgai wanita kelak kl dah jd istrinya…[…]. apa yg harus aku lakukan agar rasa sakit itu hilang.

Saya benar-benar enggak tahu mau mengatakan apa saat itu. Sms itu baru saya balas pada malam harinya, saat saya tiba-tiba teringat sebuah judul buku tentang relationship yang, membaca excerptnya pun belum.

Saya                       : Act like a lady. Think like a man.

Teman                  : hehe..yeah great. but how?

Saya                       : mm..i.dont.know. find oprah winfrey show featuring the writer of that book on youtube.

Teman                  : haduh…just tell me the brief..

Saya                       : then i must recall my memory..anyway, u made my day. I got an idea to write something about it.

Teman                  : yes I think u have to..

Aku                        : care to read?

Teman                  : yup.

Jadi, saya berhutang tulisan kepada teman saya tadi. Act like a lady, think like a man? Sebenarnya ini adalah judul buku teranyar Steve Harvey, seorang komedian Amerika yang juga punya reputasi sebagai konselor percintaan. Buku ini pernah nangkring dalam New York Times best seller list.

Ok, tulisan kali ini tidak mengupas buku itu. Nyerempet mungkin iya. Menurut saya, ide dari judul buku itu cukup menarik untuk dijabarkan, tentu dengan versi sayasendiri.

Saat teringat atau mendengar kata lady, apa yang sobat bayangkan? Wanita terhormat, wanita penuh kharisma, first lady, wanita kebanyakan, Kate Middleton, atau lady gaga?

Kutipan dari Wikipedia:

The word lady is a polite term for a woman, specifically the female equivalent to, or spouse of, a lord or gentleman, and in many contexts a term for any adult woman. Once relating specifically to women of high social class or status, over the last 300 years it has spread to embrace all adult women, though in some contexts may still be used to evoke a concept of “lady-like” standards of behaviour.

Meskipun setiap wanita dewasa bisa disebut lady, tapi yang lebih cocok untuk bahasan ini adalah merujuk pada wanita yang baik dalam berperilaku (ladylike). Jadi, sebutan lady berkonotasi dengan elegansi dan berkelas. Saya sendiri tidak bisa menjabarkan bagaimana dengan detil ‘perilaku yang baik’ itu. Untungnya, saya sempat nemu artikel terkait di wikiHow. Artikel aslinya bertajuk How to be a Lady yang mencakup cara seorang lady berperilaku, berbicara, dan berpakaian. Berikut ini adalah penfsiran bebas saya dari artikel tadi.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk act like a lady

Berperilaku baik.

Kuncinya ada dalam tingkah laku. Tidak usah mendengarkan atau melontarkan joke2 ‘kotor’. Perlu untuk belajar etika dan selalu baik pada setiap orang, tapi jangan lemah dan mengikuti apa pun yang orang lain katakan tanpa pertimbangan. Selain itu, memilih sahabat dengan bijak adalah keharusan.

Selalu ingat bahwa tindakan lebih mengena daripada kata-kata.

Selalu berlaku sopan: dalam berpakaian, saat  makan dan minum, cara duduk, dan sebagainya. Dia tidak akan merendahkan dirinya sendiri.

Melakukan kebaikan tanpa pamrih.

Di samping selalu mengakui kebaikan dan pertolongan orang lain, seorang lady tidak akan membesar-besarkan pencapaian atau amal baiknya. Dia tidak boleh merasa paling benar atau merasa diri selalu lebih baik dari yang lain. Bila orang lain meminta, barulah dia memberi saran.

Jangan pernah kebablasan

Seorang lady akan selalu memegang kendali diri dan tidak membiarkan orang lain mengganggu. Dia akan mengekspresikan rasa terkejut atau kecewa secara wajar, tidak sampai histeris atau terlalu dingin yang membuat orang berprasangka dirinya tidak berperasaan.

Memilih kata-kata dengan bijak.

Apa yang dikatakan dan cara mengatakannya adalah dua hal yang sangat penting. Tidak perlu meninggikan suara jika masih bisa berkata-kata dengan intonasi lembut hingga sedang. Kalau memang bicaranya tidak bermanfaat, lebih baik diam.

Mengasah pikiran

Selalu tanggap akan perkembangan peristiwa di dunia, politik, film, musik, dan lain-lain. Dengan begitu, peluang untuk berpartisipasi dalam percakapan dengan orang dari berbagai latar belakang semakin terbuka. Juga, siapa tahu mendapat jaringan bisnis baru.

Sekarang kita masuk ke bagian kedua tentang ‘think like a man’. Bagaimanakah cara berpikir pria?

Kalau menurut beberapa penelitian –oleh siapa dan bagaimana, saya sedang malas mencarinya– ada perbedaan cara berpikir antara lelaki dan perempuan. Singkatnya, secara umum lelaki lebih mengedepankan logika, sementara perempuan lebih mendahulukan perasaan.  Beginilah cara berpikir pria seperti yang dilansir dalam tabloidbintang.com

Pria itu sederhana dan langsung

Pria tidak menyukai sesuatu yang berbelit-belit dalam berhubungan dengan wanita. Dia ingin merasa nyaman dalam hubungan itu.

Pria perlu merasa dihargai

Pria akan selalu terlibat dalam kompetisi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan kerjanya. Penghargaan akan membuat pria lebih percaya diri dan nmenginspirasinya untuk berbuat lebih baik.

Pria ingin didengar

Pria sangat menghargai wanita yang bisa mendengarkan dirinya. Tantangan bagi para wanita dengan sifatnya yang cenderung banyak bicara.

Tidak selamanya seks menguasai pria

Tidak selalu, bisa saja pekerjaanlah yang menjadi fokus mereka.

Owh, rasanya ini tidak juga bisa menjawab pertanyaan teman saya tadi. Jika rasa sakit sudah dialami, maka yang bisa dilakukan adalah menerima apa yang sudah terjadi dan berusaha meminimalkan penyebab timbulnya kesakitan itu di masa depan. Ringkasnya, jika seorang wanita ingin membuat pasangannya tidak lari atau menyakitinya (lagi), dia harus berusaha untuk memperbaiki diri, menghiasi dirinya dengan akhlak mulia. Selain itu, dia dituntut untuk berpikir ala lelaki, lebih tepatnya, memahami cara mereka berpikir sehingga akan mempermudah usaha merengkuh hati mereka.

Semoga bermanfaat! ^_^

Advertisements

Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: