Skip navigation

 Today is the greatest day I’ve ever known

Can’t live for tomorrow,

Tomorrow’s much too long

I’ll burn my eyes out, before I get out

Today is the greatest

Day I’ve never known

Can’t wait for tomorrow

I might not have that long

I’ll tear my heart out

Before I get out

(Today, Smashing Pumpkins)

Bukan..cuplikan lirik di atas bukan untuk memanjakan kemalasan, tapi buat saya adalah pemicu untuk menyingkirkan keinginan untuk bertekuk tangan.

Pagi…

Menjalani hari dengan rutinitas–mulai dari bangun pagi dilanjutkan dengan serangkaian ritual dan kegiatan lainnya—memang seringkali menjemukan. Apalagi jika ada pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan dengan tanpa minat, terasa hari itu semakin berat dan menjengkelkan. Tapi, untuk menyerah pada situasi yang serba tidak mengasyikkan adalah seperti kalah sebelum berperang.

Sebenarnya, saya sangat menikmati urusan menunda pekerjaan. Selain tidak melelahkan, rasanya juga membuat sesuatu yang musti dilakukan itu semakin sempurna. Tapi efek buruknya jauh lebih mengerikan. Sekali sesuatu tertunda, bisa jadi saat atau hari itulah kesempatan atau hari yang tak mungkin bisa kutemui untuk kedua kali. Dan, melayang sudah angan-angan, rencana pun jadi berantakan. Ini berlaku baik untuk hal yang disenangi maupun tidak. Apa jadinya jika setumpuk baju yang perlu dicuci, tapi malah didiamkan di sudut rumah, berharap pekerjaan itu bisa menunggu esok, padahal musim hujan sedang menguasai daratan? Atau, saat ada pembukaan pekerjaan yang menjadi incaran, tapi tidak segera tampil memasukkan lamaran?

Yang terpenting menurut saya adalah, selalu memiliki motivasi untuk menjalani dan menghadapi apa pun yang akan terjadi hari ini. Dengan menjadi kreatif memanfaatkan setiap waktu dalam hidup atau entah dengan cara apa. Menciptakan senjata pemusnah rasa bosan, jemu, dan malas. Agar segala hal yang tidak diingini bisa diminimalkan. Perencanaan untuk hidup di masa mendatang tidak dinafikan, tetapi harus ditancapkan dalam-dalam dalam hati jika hidup yang sudah pasti adalah hari ini, sekarang. Tidak lagi selalu berpikir santai untuk menyimpan pekerjaan hari ini untuk besok, atau lusa, atau tulat, sehari setelah lusa. Pasti tahu-tahu telat.

Bagaimana jika, sekarang masih punya hutang—hutang budi, hutang harta, hutang nyawa 🙂 —tapi tahu-tahu maut tidak jauh terpaut… kehidupan di alam baka bisa kian carut marut.

*gambar diambil dari National Geographic

Advertisements

4 Comments

  1. hmmmm….
    makasih, bisa buat intripeksi diri saya, sayakan termasuk org yg suka telat.


Silakan berkomentar ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: